Halaman1

Kamis, 14 Desember 2017

makalah tafsir Pentingnya Pendidikan


MAKALAH
 “Pentingnya Pendidikan
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Tafsir Tarbawi
Dosen pembina : Hendra Fitra Candra, M.Pdi

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
Al-Muzakir                NIM : 1401120962

Maria Ulfah               NIM : 1401120981

Siti Hairah                 NIM : 1401120959


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIDKAN BAHASA
PRODI BAHASA INGGRIS
TAHUN 1437  / 2016

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Pentingnya Pendidikan” dengan baik dan tepat pada waktunya.
         Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah “Tafsir Tarbawi”. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari berbagai referensi seperti buku.
         Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu  kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, untuk kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
         Kami mengharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb


Palangkaraya,Maret 2016


                                                                                Penulis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR  .........................................................................................  i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A.    Latar Belakang ..................................................................................... 1
B.    Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.    Tujuan Penulisan .................................................................................. 2
D.    Metode penulisan ................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
A.    Pengertian Pendidikan........................................................................... 3
B.    Pentingnya Pendidikan menurut Perspektif Al-qur’an ......................... 3
C.    Penjelasan Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan....... 6
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 9
A.    Kesimpulan ……...…………………………………………………...9
B.    Saran …………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA








BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Bayi Manusia lahir dengan keadaan lemah dan hearts keadaan tidak mengetahui sesuatu pun yang kelak disusui ibu, dirawat, dibesarkan, Dan diberi Pendidikan hingga menjadi kuat dan Cerdas. Allah Menurunkan QS. An-Nahl (18): 78 untuk memberitahukan kepada Manusia bahwa dalam dirinya Terdapat Potensi-Potensi yang besar. Dalam surat ini disebutkan bahwa Manusia dibekali alat indera untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, dalam artian digunakan untuk mendekatkan diri ditunjukan kepada Allah SWT.
 Nah ini tentu berkaitan dengan Pendidikan Anak Manusia, selain ayat di atas beberapa ayat lagi akan di bahas yang mana berkaitan dengan pentingnya Pendidikan selain beberapa dalil Al-Qur'an Kami akan menyajikan pula beberapa hadits pendukungnya.

B.    Rumusan Masalah
1.     Apa Pengertian Pendidikan?
2.     Bagaimana pentingnya pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal, At –Taghabun ?
3.     Bagaimana penjelasan Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan ?
C.    Tujuan Masalah
1.     Untuk mengetahui pengertian Pendidikan.
2.     Untuk mengetahui kandungan Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal, At –Taghabun.
3.     Untuk mengetahui Hadits-hadits yang berkaitan dengan pendidikan.



D.      Metode Penulisan
Adapun metode yang penulis gunakan dalam menyelesaikan makalah ini yaitu menggunakan Referensi buku-buku perpustakaan.























BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Pendidikan
1.     Pengertian Pendidikan
Pendidikan Adalah setiap usaha, pengaruh, bantuan yang diberikan kepada Anak tertentu ditunjukan kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa ( atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, Putaran hidup sehari- hari, dan sebagainya) dan di tujukan ditunjukan kepada orang yang belum dewasa.

2.     Pentingnya Pendidikan
Anak Adalah makhluk yang tumbuh, oleh karena itu pendidikan penting sekali karena mulai sejak bayi belum dapat berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup maupun merawat diri, Semua kebetuhan tergantung ibu / orang tua. Oleh karena itu Anak / bayi manusia memerlukan bantuan tuntunan, Pelayanan, dorongan Dari Orang lain untuk mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi setahap untuk memperoleh kepandaian, keterampilan Dan pembentukan sikap dan tingkah laku semuanya itu memerlukan waktu yang cukup lama.

B.    Bagaimana pentingnya pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal, At –Taghabun.
1.     Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat : 78

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya : “Dan Allah mengeluarkan dari perut ibu-ibu kamu dalam kaeadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dah Dia menjadikan kamu pendengaran, penglihatan-penglihatan, dan aneka hati agar kamu bersyukur.”

            Ayat ini menyatakan: “ Dan sebagaimana Allah mengeluarkan kamu berdasar kuasa dan ilmu-nya dari perut ibu-ibu kamu sedang tadinya kamu tidak, wujud demikian juga dia dapat mengeluarkan kamu dari perut bumi dan menghidupkan kamu kembali. Ketika dia mengeluarkan kamu dari ibu-ibu kamu, kamu semua dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pu yang ada di sekililing kamu dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan-penglihatan, dan aneka hati sebagai bekal adan alat-alat untuk meraih pengetahuan agara kamu bersyukur dengan menggunakan alat-alat tersebut sesuai dengan tujuan Allah menganugerah-kannya kepada ku.
            Firman-nya diatas menunjuk kepada alat-alat pokok yang di gunakan meraih pengetahuan. Yang alat pokok pasa object yang bersifat material adalah mata dan telinga, sedang pada objek yang bersifat immaterial adalah akal dan hati.

2.     Tafsir Al-Qur’an Surah AL-anfal Ayat : 28

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya : “ Dan ketahuilah bahwa harta kamu dan anak-anak kamu hanyalah cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.”


            Ayat ini di mulai dengan perintah “Ketahuilah”. Redaksi ini seperti juga ayat 24 yang lalu, bertujuan menekankan kepada mitra bicara betapa penting apa yang akan disampaikan dan bahwa hal tersebut tidak boleh di abaikan atau diremehkan .
            Anak menjadi cobaan bukan saja ketika orang tua terdorong oleh cinta kepadanya sehingga ia melanggar, tatapi juga dalam kedudukan anak sebagai amanat Allah SWT. Allah menguji manusia melalui anaknya untuk melihat apakah ia memelihara secara aktif, yakni mendidik dan mengembangkan potensi-potensi anak agar menjadi manusia sebagai mana yang dikehendaki Allah, yakni menjadi hamba Allah sekaligus khalifah di bumi. Mengabaikan tugas ini adalah satu bentuk penghiaatana terhadapa Allah dan amanat yang di titipkannya kepada manusia. Demikian juga harta benda, bukan saja menjadi ujian keteika harta itu menjadikan manusia melupakan fungsi sosial harta, atau beruasaha maraihnya secara batil, tetapi juga ia adalah ujian dari sisi apakah harta tersebut dipelihara dan di kembangkan sehingga hasilnya berlipat ganda melalui usaha halal dan baik.


3.     Tafsir Al-Qur’an Surah At-thagabun Ayat : 14 – 15

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيم إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagaian pasangan-pasangan kamu dan anak-anak kamu adalah musuh bagi kamu, maka berhati-hatilah terhadap mereka ; Dan jika kamu memaafkan dan berpaling serta Mengampuni maka sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi maha penyayang.Sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah ujian (bagimu), dan disisi Allah pahala yang besar.

Maksudnya cobaan yang akan membawa mu pada usaha yang diharamkan tidak menunaikan hak Allah, Maka janganlah Kalian menaati mereka jika mereka menyebabkan maksiat kepada Allah.
Ayat ini merupakan Peringatan dari Allah ditunjukan kepada kaum mukmin agar tidak terlalaikan oleh Istri dan anak, Karena sebagiannya ada yang menjadi musuh bagi mereka, yakni Yang menghalangi mereka dari kebaikan. Olehkarena itu, sikap yang harus mereka lakukan Adalah berwaspada, tetap melakukan perintah Allah, mengutamakan keridhaan-Nya karena di Sisi-Nya ada pahala yang besar dan mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana.
Maksudnya, terkadang Istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau ayahnya untuk  melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama atau menghalanginya dari mengerjakan kebaikan seperti berjihad Dan berhijrah. Oleh karena larangan menaati Istri dan Anak jika di sana terdapat bahaya Terhadap Seorang hamba memberikan kesan agar bersikap keras ditunjukan kepada mereka, Maka Allah Subhaanahu wa Taaala menghilangkan Kesan Penyanyi Dan memerintahkan mereka untuk memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni mereka. Hal itu, karena sikap tersebut (Memberi maaf) terdapat banyak maslahat Hal itu, karena balasan disesuaikan dengan perbuatan.
          
C.    Bagaimana penjelasan Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan.
Hadits 1.
Artinya "tidak boleh iri Terhadap nikmat orang lain kecuali dua perkara, Yaitu Seseorang Yang di karuniai harta Oleh Allah kemudian ia menghabiskannaya di jalan Kebenaran, Dan Seseorang Yang di karuniai Ilmu Pengetahuan kemudian dengan hikmah itu ia memutuskan perkara Dan mengajarkannya ". (Muttafaq'alaih).

     Hikmah hadits ini ialah :
a.      Anjuran untuk mencari ilmu, Kewajiban mengamalkan ilmu Dan mengajarkannya kepada orang lain. Dan menggunakannya untuk hal-hal Yang dapat memenuhi maslahat mereka.
b.     Anjuran Mencari harta untuk di gunakan dalam Kebaikan, Dan kebolehan bercita-cita melakukan Kebaikan.
c.      Larangan Berangan-angan untuk memperoleh apa yang dimilki orang lain, kecuali dalam hal-hal yang disebut dalam hadits.

Hadits 2
Artinya "Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Maka Allah akan memudahkan baginya jalan Ke Surga.” (HR Muslim)

Penjelasan hadits Penyanyi ialah :
Keutamaan Mencari ilmu, Dan bahwa Perbuatan tersebut merupakan jalan Menuju surga. Karena, ilmu membuat Seorang muslim memperoleh kejelasan tentang agamanya, membimbingnya ditunjukan kepada Perbuatan baik, Dan menciptakan cahaya di Hatinya untuk membedakan anatara haq Dan batil, sehingga ia dapat membedakan anatara Perbuatan yang Benar Dan Yang rusak.

Hadits 3
Artinya "Menuntut ilmu Adalah fardhu Bagi tiap-tiap muslim, baik laki laki maupun Perempuan". (HR Ibnu Abdulbari.)

Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang Yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui Segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan 'aqaid dan ibadah, baik Yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala hidup kebutuhan.

Hadits 4
Rabi'ah Berkata, "tidak sepantasnya seorang yang memiliki ilmu untuk menyia-nyiakan Dirinya."

  Artinya Dari Anas radhiallahu anhu, dia Berkata, bahwasanaya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda, "Diantara Tanda-TANDA KIAMAT, ialah punahnya ilmu, meningkatnya kebodohan, diminumnya khamer Dan merajalelanya zina".
  Keterangan hadits ini merupakan anjuran untuk menuntut ilmu. Sesungguhnya ilmu tidak akan punah kecuali dengan kematian ulama Seperti yang akan di tegaskan nanti, dan selama masih ada orang yang mempelajari ilmu, Maka kepunahan ilmu tidak akan terjadi.

           



BAB III
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Demikianlah makalah Diatas, Maka dapat kami simpulkan bahwa di dalam al-Qur'an sudah sangat jelas memberikan gambaran kepada kita bahwa Pendidikan berdasarkan dalil Diatas merupakan hal yang penting. hal ini misal tergambar dalam Al-Quran surah Al-Anfal ayat 28 Yang mana Anak sebagai titipan Allah SWT. Orang Tua berkewajiban mendidik Dan mengembangkan Potensi-Potensi Anak agar Menjadi Manusia sebagai mana Yang dikehendaki Allah, yakni Menjadi hamba Allah Sekaligus khalifah di bumi.

B.      Saran
Demikianlah uraian materi yang dapat saya sampaikan dalam makalah ini. Tak ada gading yang tak retak, begitu pula adanya makalah ini. Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang rekonstruktif sangat kami harapkan dari pembaca, guna peningkatan kualitas makalah ini dimasa mendatang.Semoga, sekecil apapun percikan pemikiran yang tersaji dalam makalah ini, dapat membuka wawasan dan bermanfaat bagi kami pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Dan kami selaku penulis memohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan.Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan Rahmat, Taufik dan HidayahNya kepada kita semua. Amin.





DAFTAR PUSTAKA
Prof. Soetjipto dan Drs. Raflis Kosasi, M.Sc., PROFESI KEGURUAN, Penerbit RINEKA CIPTA, Jakarta, 2009
Dr. Mudlofir, M.Ag,  Pendidik Profesional, PT. RajaGrafindo Persada, Jakarta, 2013
Drs. Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, Penerbit PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1995
Kusnandar, S.Pd., M.Si, Guru professional, PT Rajawali Pers, Jakarta Utara, 2011













Tidak ada komentar:

Posting Komentar