MAKALAH
“Pentingnya Pendidikan”
UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH
Tafsir Tarbawi
Dosen pembina : Hendra Fitra Candra, M.Pdi

Disusun Oleh :
KELOMPOK 3
Al-Muzakir NIM : 1401120962
Maria Ulfah NIM : 1401120981
Siti Hairah NIM : 1401120959
INSTITUT AGAMA ISLAM
NEGERI PALANGKA RAYA
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIDKAN BAHASA
PRODI BAHASA INGGRIS
TAHUN 1437 / 2016
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “Pentingnya
Pendidikan” dengan baik
dan tepat pada waktunya.
Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah “Tafsir Tarbawi”. Makalah ini ditulis dari hasil penyusunan data-data yang diperoleh dari
berbagai referensi seperti buku.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari
sempurna, oleh karena itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, untuk kesempurnaan
makalah ini di masa yang akan datang.
Kami mengharapkan
semoga makalah ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.
Wasalamu’alaikum Wr. Wb
Palangkaraya,Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
......................................................................................... i
DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A.
Latar Belakang ..................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ................................................................................ 1
C.
Tujuan Penulisan .................................................................................. 2
D.
Metode penulisan ................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................................... 3
A.
Pengertian
Pendidikan........................................................................... 3
B.
Pentingnya
Pendidikan menurut Perspektif Al-qur’an ......................... 3
C.
Penjelasan
Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan....... 6
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 9
A.
Kesimpulan ……...…………………………………………………...9
B.
Saran …………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Bayi Manusia lahir dengan keadaan lemah dan
hearts keadaan tidak mengetahui sesuatu pun yang kelak disusui ibu, dirawat,
dibesarkan, Dan diberi Pendidikan hingga menjadi kuat dan Cerdas. Allah
Menurunkan QS. An-Nahl (18): 78 untuk memberitahukan kepada Manusia bahwa dalam
dirinya Terdapat Potensi-Potensi yang besar. Dalam surat ini disebutkan bahwa
Manusia dibekali alat indera untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya, dalam artian
digunakan untuk mendekatkan diri ditunjukan kepada Allah SWT.
Nah
ini tentu berkaitan dengan Pendidikan Anak Manusia, selain ayat di atas
beberapa ayat lagi akan di bahas yang mana berkaitan dengan pentingnya
Pendidikan selain beberapa dalil Al-Qur'an Kami akan menyajikan pula beberapa
hadits pendukungnya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian
Pendidikan?
2.
Bagaimana
pentingnya pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal,
At –Taghabun ?
3.
Bagaimana
penjelasan Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan ?
C.
Tujuan Masalah
1.
Untuk mengetahui pengertian Pendidikan.
2.
Untuk mengetahui kandungan Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal, At
–Taghabun.
3.
Untuk mengetahui Hadits-hadits yang berkaitan dengan pendidikan.
D.
Metode Penulisan
Adapun metode yang penulis gunakan dalam menyelesaikan makalah ini
yaitu menggunakan Referensi buku-buku perpustakaan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Pendidikan
1.
Pengertian
Pendidikan
Pendidikan Adalah setiap usaha, pengaruh,
bantuan yang diberikan kepada Anak tertentu ditunjukan kepada pendewasaan anak itu,
atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya
sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa ( atau yang diciptakan oleh
orang dewasa seperti sekolah, buku, Putaran hidup sehari- hari, dan sebagainya)
dan di tujukan ditunjukan kepada orang yang belum dewasa.
2. Pentingnya
Pendidikan
Anak Adalah makhluk yang tumbuh, oleh
karena itu pendidikan penting sekali karena mulai sejak bayi belum dapat
berbuat sesuatu untuk kepentingan dirinya, baik untuk mempertahankan hidup
maupun merawat diri, Semua kebetuhan tergantung ibu / orang tua. Oleh karena
itu Anak / bayi manusia memerlukan bantuan tuntunan, Pelayanan, dorongan Dari
Orang lain untuk mempertahankan hidup dengan mendalami belajar setahap demi
setahap untuk memperoleh kepandaian, keterampilan Dan pembentukan sikap dan
tingkah laku semuanya itu memerlukan waktu yang cukup lama.
B.
Bagaimana
pentingnya pendidikan yang terkandung dalam Al-Qur’an Surah An-Nahl, Al-Anfal,
At –Taghabun.
1.
Tafsir
Al-Qur’an Surah An-Nahl Ayat : 78
وَاللَّهُ
أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ
لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Artinya
: “Dan Allah mengeluarkan dari perut ibu-ibu kamu dalam kaeadaan tidak
mengetahui sesuatu pun, dah Dia menjadikan kamu pendengaran,
penglihatan-penglihatan, dan aneka hati agar kamu bersyukur.”
Ayat ini menyatakan: “ Dan
sebagaimana Allah mengeluarkan kamu berdasar kuasa dan ilmu-nya dari perut
ibu-ibu kamu sedang tadinya kamu tidak, wujud demikian juga dia dapat
mengeluarkan kamu dari perut bumi dan menghidupkan kamu kembali. Ketika dia
mengeluarkan kamu dari ibu-ibu kamu, kamu semua dalam keadaan tidak mengetahui
sesuatu pu yang ada di sekililing kamu dan dia menjadikan bagi kamu pendengaran,
penglihatan-penglihatan, dan aneka hati sebagai bekal adan alat-alat untuk
meraih pengetahuan agara kamu bersyukur dengan menggunakan alat-alat tersebut
sesuai dengan tujuan Allah menganugerah-kannya kepada ku.
Firman-nya diatas menunjuk kepada
alat-alat pokok yang di gunakan meraih pengetahuan. Yang alat pokok pasa object
yang bersifat material adalah mata dan telinga, sedang pada objek yang bersifat
immaterial adalah akal dan hati.
2.
Tafsir
Al-Qur’an Surah AL-anfal Ayat : 28
وَاعْلَمُوا
أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ
عَظِيمٌ
Artinya
: “ Dan ketahuilah bahwa harta kamu dan anak-anak kamu hanyalah cobaan dan
sesungguhnya di sisi Allah pahala yang besar.”
Ayat ini di mulai dengan perintah “Ketahuilah”.
Redaksi ini seperti juga ayat 24 yang lalu, bertujuan menekankan kepada mitra
bicara betapa penting apa yang akan disampaikan dan bahwa hal tersebut tidak
boleh di abaikan atau diremehkan .
Anak menjadi cobaan bukan saja
ketika orang tua terdorong oleh cinta kepadanya sehingga ia melanggar, tatapi
juga dalam kedudukan anak sebagai amanat Allah SWT. Allah menguji manusia
melalui anaknya untuk melihat apakah ia memelihara secara aktif, yakni mendidik
dan mengembangkan potensi-potensi anak agar menjadi manusia sebagai mana yang
dikehendaki Allah, yakni menjadi hamba Allah sekaligus khalifah di bumi.
Mengabaikan tugas ini adalah satu bentuk penghiaatana terhadapa Allah dan
amanat yang di titipkannya kepada manusia. Demikian juga harta benda, bukan
saja menjadi ujian keteika harta itu menjadikan manusia melupakan fungsi sosial
harta, atau beruasaha maraihnya secara batil, tetapi juga ia adalah ujian dari
sisi apakah harta tersebut dipelihara dan di kembangkan sehingga hasilnya
berlipat ganda melalui usaha halal dan baik.
3.
Tafsir
Al-Qur’an Surah At-thagabun Ayat : 14 – 15
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا
لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ وَإِنْ تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ
غَفُورٌ رَحِيم إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ
عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Artinya : “Hai
orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagaian pasangan-pasangan kamu dan
anak-anak kamu adalah musuh bagi kamu, maka berhati-hatilah terhadap mereka ;
Dan jika kamu memaafkan dan berpaling serta Mengampuni maka sesungguhnya Allah
maha Pengampun lagi maha penyayang.Sesungguhnya harta-harta kamu dan anak-anak
kamu adalah ujian (bagimu), dan disisi Allah pahala yang besar.
Maksudnya cobaan yang akan membawa mu pada usaha yang diharamkan tidak
menunaikan hak Allah, Maka janganlah Kalian menaati mereka jika mereka
menyebabkan maksiat kepada Allah.
Ayat ini merupakan Peringatan dari Allah ditunjukan kepada kaum mukmin
agar tidak terlalaikan oleh Istri dan anak, Karena sebagiannya ada yang menjadi
musuh bagi mereka, yakni Yang menghalangi mereka dari kebaikan. Olehkarena itu,
sikap yang harus mereka lakukan Adalah berwaspada, tetap melakukan perintah
Allah, mengutamakan keridhaan-Nya karena di Sisi-Nya ada pahala yang besar dan
mengutamakan akhirat daripada dunia yang fana.
Maksudnya, terkadang Istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau
ayahnya untuk melakukan
perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan agama atau menghalanginya dari
mengerjakan kebaikan seperti berjihad Dan berhijrah. Oleh karena larangan
menaati Istri dan Anak jika di sana terdapat bahaya Terhadap Seorang hamba
memberikan kesan agar bersikap keras ditunjukan kepada mereka, Maka Allah
Subhaanahu wa Taaala menghilangkan Kesan Penyanyi Dan memerintahkan mereka
untuk memaafkan, tidak memarahi dan mengampuni mereka. Hal itu, karena sikap
tersebut (Memberi maaf) terdapat banyak maslahat Hal itu, karena balasan
disesuaikan dengan perbuatan.
C.
Bagaimana
penjelasan Hadits yang berkaitan dengan Pentingnya Pendidikan.
Hadits 1.
Artinya "tidak boleh iri Terhadap nikmat orang lain kecuali dua
perkara, Yaitu Seseorang Yang di karuniai harta Oleh Allah kemudian ia
menghabiskannaya di jalan Kebenaran, Dan Seseorang Yang di karuniai Ilmu
Pengetahuan kemudian dengan hikmah itu ia memutuskan perkara Dan mengajarkannya
". (Muttafaq'alaih).
Hikmah hadits ini ialah :
a.
Anjuran untuk mencari ilmu, Kewajiban
mengamalkan ilmu Dan mengajarkannya kepada orang lain. Dan menggunakannya untuk
hal-hal Yang dapat memenuhi maslahat mereka.
b.
Anjuran Mencari harta untuk di gunakan
dalam Kebaikan, Dan kebolehan bercita-cita melakukan Kebaikan.
c.
Larangan Berangan-angan untuk memperoleh
apa yang dimilki orang lain, kecuali dalam hal-hal yang disebut dalam hadits.
Hadits 2
Artinya "Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Maka Allah
akan memudahkan baginya jalan Ke Surga.” (HR Muslim)
Penjelasan
hadits Penyanyi ialah :
Keutamaan Mencari ilmu, Dan bahwa Perbuatan tersebut merupakan jalan
Menuju surga. Karena, ilmu membuat Seorang muslim memperoleh kejelasan tentang
agamanya, membimbingnya ditunjukan kepada Perbuatan baik, Dan menciptakan
cahaya di Hatinya untuk membedakan anatara haq Dan batil, sehingga ia dapat
membedakan anatara Perbuatan yang Benar Dan Yang rusak.
Hadits 3
Artinya "Menuntut ilmu Adalah fardhu Bagi tiap-tiap muslim, baik
laki laki maupun Perempuan". (HR Ibnu Abdulbari.)
Dari hadist ini kita memperoleh pengertian, bahwa Islam mewajibkan
pemeluknya agar menjadi orang Yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui Segala
kemashlahatan dan jalan kemanfaatan; menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan
menganalisa segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang
berhubungan dangan 'aqaid dan ibadah, baik Yang berhubungan dengan soal-soal
keduniaan dan segala hidup kebutuhan.
Hadits 4
Rabi'ah
Berkata, "tidak sepantasnya seorang yang memiliki ilmu untuk
menyia-nyiakan Dirinya."
Artinya Dari Anas radhiallahu
anhu, dia Berkata, bahwasanaya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda,
"Diantara Tanda-TANDA KIAMAT, ialah punahnya ilmu, meningkatnya kebodohan,
diminumnya khamer Dan merajalelanya zina".
Keterangan hadits ini merupakan
anjuran untuk menuntut ilmu. Sesungguhnya ilmu tidak akan punah kecuali dengan
kematian ulama Seperti yang akan di tegaskan nanti, dan selama masih ada orang
yang mempelajari ilmu, Maka kepunahan ilmu tidak akan terjadi.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Demikianlah makalah Diatas, Maka dapat kami simpulkan bahwa di dalam al-Qur'an
sudah sangat jelas memberikan gambaran kepada kita bahwa Pendidikan berdasarkan
dalil Diatas merupakan hal yang penting. hal ini misal tergambar dalam Al-Quran
surah Al-Anfal ayat 28 Yang mana Anak sebagai titipan Allah SWT. Orang Tua
berkewajiban mendidik Dan mengembangkan Potensi-Potensi Anak agar Menjadi
Manusia sebagai mana Yang dikehendaki Allah, yakni Menjadi hamba Allah Sekaligus
khalifah di bumi.
B.
Saran
Demikianlah uraian materi yang dapat
saya sampaikan dalam makalah ini. Tak ada gading yang tak retak, begitu pula
adanya makalah ini. Dengan segala kerendahan hati, saran-saran dan kritik yang
rekonstruktif sangat kami harapkan dari pembaca, guna peningkatan kualitas
makalah ini dimasa mendatang.Semoga, sekecil apapun percikan pemikiran yang
tersaji dalam makalah ini, dapat membuka wawasan dan bermanfaat bagi kami pada
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya. Dan kami selaku penulis memohon maaf
atas segala kekurangan dan kekhilafan.Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan
Rahmat, Taufik dan HidayahNya kepada kita semua. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Soetjipto
dan Drs. Raflis Kosasi, M.Sc., PROFESI
KEGURUAN, Penerbit RINEKA CIPTA, Jakarta, 2009
Dr. Mudlofir, M.Ag, Pendidik Profesional, PT. RajaGrafindo
Persada, Jakarta, 2013
Drs. Moh. Uzer
Usman, Menjadi Guru Profesional, Penerbit
PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1995
Kusnandar, S.Pd., M.Si, Guru
professional, PT Rajawali Pers, Jakarta Utara, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar